Jumat, 20 Januari 2012

strategi belajar dengan modul


STRATEGI PEMBELAJARAN DENGAN MODUL

A.    Pengertian
Modul adalah suatu program belajar mengajar, yang dapat dipelajari oleh murid dengan bantuan yang minimal dari pihak guru. Satuan program  ini berisikan tujuan yang harus dicapai secara jelas, petunjuk kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan, materi dan alat-alat yang dibutuhkan, alat penilaian guna mengukur keberhasilan murid dalam  mengejarkannya.

Modul sebagai suatu sistem memungkinkan anak belajar sendiri tanpa terlalu tergantung pada guru, tanpa tergantung pada tempat dan waktu. Modul memungkinkan orang dewasa mengambil program pengajaran yang sesuai dengan minat dan kepentingannya.

Jadi pengertian pengajaran dengan menggunakan modul  menurut kelompok, pengajaran dengan menggunakan modul adalah suatu strategi pembelajaran yang dilakukan oleh seorang guru, agar siswa nya dapat menyelesaikan rangkaian tugas yang telah tersedia dalam modul tersebut secara mandiri. Semakin cepat siswa bisa menyelesaikan modulnya, maka akan semakin cepat dia menyelesaikan program pendidikannya.


B.     Tujuan pengajaran  modul
Modul dipergunakan dengan tujuan supaya :
1.      Tujuan pendidikan dapat dicapai secara efisien dan efektif.
2.      Murid dapat mengikuti program pendidikan sesuai dengan kecepatan dan kemampuannya sendiri.
3.      Murid dapat sebanyak mungkin menghayati dan melakukan kegiatan belajar sendiri, baik dibawah bimbingan atau tanpa bimbingan guru.
4.      Murid dapat menilai dan mengetahui hasil belajarnya sendiri secara berkelanjutan.
5.      Murid benar-benar menjadi titik pusat kegiatan belajar mengajar.

Jadi tujuannya menurut kelompok adalah  pengajaran menggunakan modul ini bertujuan untuk mengaktifkan siswa dalam setiap aspeknya, baik itu kognitif siswa, afektif dan psikomotornya , agar siswa mampu menyelesaikan segala bentuk tugas yang telah ada atau telah tertera di dalam modul dengan kemampuan dan ketangkasan siswa dalam memahami modul yang ada, serta dengan modul siswa bisa mengevaluasi  dan menganalisis gaya belajarnya sendiri.

C.      Komponen pengajaran modul.
Modul terdiri atas komponen-komponen :
1.      Petunjuk guru
Berisi :
a.       Umum, yang berisikan :
·         Fungsi modul tersebut,  serta kedudukan dalam kesatuan program pengajaran.
·         Kemampuan khusus yang perlu dikuasai terlebih dahulu sebagai prasyarat.
·         Penjelasan sikap tentang istilah-istilah
b.      Khusus, yang berisikan :
·         Topik yang dikembangkan dalam modul tersebut.
·         Kelas yang bersangkutan
·         Waktu yang diperlukan untuk modul itu
·         Tujuan intruksional
·         Pokok-pokok materi yang dibahas
·         Prosedur pengerjaan modul, kegiatan guru dan murid, serta alat yang dipergunakan.
·         Penilaian prosedur dan alatnya

2.      Lembaran kegiatan murid
Berisi :
a.       Petunjuk untuk murid yang mengenai topik yang dibahas, pengarahan umum,dan waktu yang tersedia untuk mengerjakannya.
b.      Tujuan pelajaran, ialah yang berupa tujuan instruksional khusus yang ingin dicapai dengan modul yang bersangkutan
c.       Pokok-pokok materi dan perinciannya
d.      Alat pelajaran yang digunakan
e.       Petunjuk khusus tentang langkah-langkah kegiatan belajar yang harus ditempuh yang diberikan secara terperinci yang berkelanjutan, diselingi dengan pelaksanaan kegiatan

3.      Lemberan kerja murid
Berisikan :
Tugas-tugas atau persoalan-persoalan yang harus dikerjakan oleh murid setelah mempelajari lembaran kegiatan murid,

4.      Kunci jawaban untuk jawaban kerja murid
Berisikan :
Jawaban yang diharapkan tentang tugas-tugas dikerjakan murid pada waktu melaksanakan kegiatan belajar dengan mempergunakan lembaran kerja, dengan kunci jawaban anak dapat mengoreksi sendiri apakah pekerjaanya telah dilaksanakan dengan baik.

5.      Lembaran penilaian
Berisikan :
Soal-soal  untuk menilai keberhasilan murid dalam mempelajari bahan yang disajikan dalam modul tersebut.

6.      Kunci jawaban untuk lembaran penilaian.
Berisikan :
Jawaban yang benar untuk setiap soal yang ada dalam lembaran penilaian, ialah : untuk digunakan sebagai alat koreksi sendiri terhadap penilaian yang dilaksanakan.

Jadi, menurut kelompok  komponen  pengerjaan modul secara umum ada lembaran untuk guru dan lembaran untuk siswa.





D.    Penyusunan modul
Penyusunan modul dilakukan dengan melalui tahap-tahap:
1.      Penyusunan kerangka modul, melalui langkah-langkah
a.       Identifikasi tujuan instruksional secara umum yang ingin dicapai dengan mempelajari modul tersebut.
b.      Perumusan tujuan instriuksiopnal khusus yang merupakan  pengkhususan dan perincian dari tujuan instruksional umum tadi.
c.       Penyusunan soal-soal penilaian untuk mengukur pencapaian tujuan instruksiponal khusus tersebut
d.      Identifikasi pokok-pokok materi yang sesuai dengan setiap tujuan instruksional khusus
e.       Pengaturan pokok-pokok materi tersebut diatas dalam urutan yang logis dan fungsional
f.       Penyusunan langkah-langkah kegiatan belajar murid
g.      Pemeriksaan sejauh mana langkah-lanhkah kegiatan belajar diatas telah diarah kan untuk mencapaai semua tujuan yang telah dirumuskan
h.      Identifikasi alat-alat yang yang diperlukan untuk nmelaksanakan kegiatan dalam mengerjakan modul tersebut.

2.      Penyusunan program  modul secara terperinci yang meliputi pembuatan semua komponen modul ialah petunjuk guru, lembaran kegiatan murid, lembaran kerja murid, kemudian jawaban untuk lemnbaran kerja murid, lembaran penilaian dan kemudian jawabannya.

E.     Penerapan pengajaran modul dalam layanan BK
Dalam layanan BK, pengajaran modul bisa diterapkan dalam  pelayanan penguasaan konten, yang mana dalam layanan  ini, setelah diberikan diberikan bimbingan sedikit, setelah itu siswa bisa berproses sendiri sesuai dengan kemampuan nya dalam pencapaian konten yang telah diberikan.






Daftar  Pustaka

 Dharma Surya. 2008. Strategi pembelajaran dan pemilihannya :  Jakarta  . Direktur  TenagaKependidikan Dirjen PMPTK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar